Searching...

Popular Posts

Rabu, 24 Juli 2013

Kunci Ka'bah

Kunci Ka'bah -Pintu Ka'bah dari waktu ke waktu selalu menjadi perhatian pemimpin kaum muslimin dan beberapa kali diperbaiki sesuai kebutuhan dan kepentingan tertentu. Keadaan Pintu Ka'bah saat ini merupakan usaha perbaikan Raja Khalid bin Abdul Aziz, yang dikerjakan selama setahun penuh dan selesai pada tahun 1399 H. Daun pintu dibuat dua, struktur kerangka pintu dari tumpuan kayu setebal 10 cm, dilapisi dengan 280 kg emas murni, dengan dihiasi ornamen-ornamen kaligrafi ayat-ayat Al-Qur'an. Panjang/tinggi 3,10 m, lebar 1,90 m, kedalaman 50 cm, jarak antara pintu dan permukaan tanah 2,25 m.

Juru Kunci Ka'bah
Juru Kunci Ka'bah. Pertama kali kunci Ka'bah dipegang Nabi Ismail sendiri, lalu diwariskan secara turun temurun kepada :
1). Putra nabi Ismail yang bernama Tsabit, lalu kepada anak-cucunya
2). Diberikan kepada kabilah Jurhum, yakni para paman Nabi Ismail dari garis ibu,
3). Dipegang kabilah Khaza'ah, dan seterusnya
4). Dpegang Qushai bin Kilab (kabilah Quraisy), kakek keempat Nabi Muhammad, dan anak turunnya.
5). Dipegang Bani Abi Thalhah / Bani Syaibah sampai kiamat. Ketika Fat-hu Makkah, kunci dipegang Utsman bin Tholhah. Nabi memintanya untuk membukanya, lalu masuk kedalam Ka'bah dan sholat didalamnya. Setelah keluar, beliau bersabda, "Ingat, setiap darah, harta dan perbuatan sewenang-wenang seperti pada zaman jahiliah adalah di bawah tanggung jawabku untuk mengurusnya, kecuali pekerjaan memberi minum jamaah haji dan menjaga Ka'bah. Sungguh, (kunci Ka'bah ini) aku tetapkan untuk dikembalikan kepada yang berhak seperti yang berlaku di zaman jahiliah."  Beliau lalu mengembalikan kunci Ka'bah kepada Utsman bin Tholhah seraya bersabda, "Ambil kunci ka'bah ini, wahai Bani Thalhah untuk selama-lamanya, sehingga tidak ada yang merebutnya kecuali orang yang zhalim". Sepeninggal Utsman, kunci diberikan kepada anak pamannya dari garis ayah, yakni Syaibah dan diteruskan kepada anak-anak keturunannya sampai sekarang. (Ka'bah)            

0 komentar:

Posting Komentar